Televisi Iran Sensor Asisten Wasit pada Pertandingan Tottenham Hotspur vs Manchester United
Tangkas Domino - Asisten wasit yang sempat di sensor di televisi Iran. Sumber foto: bola.kompas.com
Ada kisah unik di balik Kemenangan 3-1 yang telah diraih oleh Manchester United atas Tottenham Hotspurs dalam lanjutan Premier League, pada akhir pekan lalu. Pasalnya, televisi Iran yang telah beberapa kali menyensor pertandingan ini hanya karena kehadiran asisten wasit wanita pada pertandingan tersebut.
Seperti yang dilansir oleh SportBible, pada hari Kamis tanggal 15 April 2021, televisi di Republik Islam Iran secara mengejutkan telah menyensor pertandingan lebih dari 100 kali. Ini dikarenakan untuk menghindari layar yang telah menampilkan asisten wasit wanita yang saat itu sedang bertugas.
Seperti telah diketahui, Sian Massey-Ellis menjadi salah satu asisten wasit yang telah bertugas di pertandingan ini. Dia yang saat itu mengenakan kostum standar berupa celana pendek, seperti wasit lainnya saat memimpin jalannya pertandingan.
Massey-Ellis sendiri juga telah menjadi ofisial pertandingan di Premier League selama lebih dari satu dekade terakhir. Dia juga telah merupakan asisten wasit wanita yang telah mengantongi berlisensi FIFA sejak tahun 2009 silam.
Asisten wasit Inggris yang telah berusia 35 tahun ini juga merupakan salah satu official yang paling berpengalaman dan pernah membuat sejarah pada tahun 2019 ketika ia berhasil menjadi wanita pertama yang memimpin pertandingan di level Eropa.
Massey-Ellis yang dipuji luas atas kinerjanya menjadi pengadil di pertandingan Premier League itu, ia juga pernah bertugas menjadi asisten wasit untuk pertandingan Liga Europa yang telah mempertemukan wakil Belanda PSV Eindhoven dengan LASK.
Gerakan hak-hak sipil online Iran, My Stealthy Freedom, mengkritik keras atas penyensoran yang selama ini terjadi. Mereka juga telah mengklaim bahwa keputusan untuk menyensor beberapa kali pertandingan ini untuk menghentikan pemirsa melihat kaki telanjang dari Massey-Ellis.
Saluran TV yang saat ini tengah dikelola oleh pemerintah memang tidak mendapatkan izin untuk menayangkan wanita yang tidak menutup bagian rambut atau bahkan menunjukkan lutut telanjang mereka di stasiun tv. My Stealthy Freedom pun menilai, pemerintah tidak boleh menormalkan praktik ini selamanya di Iran.
Kritikan pun juga sangat ramai di media sosial. Banyak yang memprotes masalah kebijakan ini. Pasalnya, sensor ini juga sangat mengganggu. "Sensor televisi (untuk pertandingan sepakbola) hanya karena kehadiran seorang wasit wanita yang telah menggunakan celana pendek saat memimpin Pertandingan sepak bola."
"Solusi mereka saat ini adalah memotong tayangan dan mengalihkannya dengan menayangkan pemandangan jalan-jalan kecil kota London, yang membuat pertandingan menjadi bahan olok-olokan."
"Di akhir pertandingan, salah satu komentator yang bercanda berharap penonton bisa menikmati tayangan geografis lainnya saat ini."
"Penyensoran ada dalam DNA Republik Islam Iran. Kita yang saat ini seharusnya tidak menormalisasi praktik ini untuk selamanya. "Ini bukan budaya kami. Ini adalah ideologi rezim yang represif yang terjadi di Iran."
Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Agen Domino QQ | Tangkas Domino88




Post a Comment