Serangan Bom Mobil Terjadi di Pangkalan Militer Kolombia
Ilustrasi, sumber foto: Shutterstock/tss
TANGKAS DOMINO - Sebuah serangan bom mobil terjadi di sebuah pangkalan militer di Cucuta, yang terletak tidak jauh dari perbatasan Kolombia-Venezuela. Bahkan dalam serangan bom ini, puluhan militer dan warga sipil terluka.
Peristiwa pengeboman kali ini menjadi salah satu rangkaian aksi kekerasan dan terorisme di Kolombia. Sementara itu, pemerintah setempat menduga serangan bom kali ini didalangi oleh kelompok bersenjata ELN.
Bom mobil terletak di dekat fasilitas batalyon anti-narkoba
https://twitter.com/Periodico_Valle/status/1404918124068155395
Pada Selasa (15/06/2021) terjadi serangan bom mobil di dalam markas Brigadir 30 Militer Kolombia di Kota Cucuta. Peristiwa pengeboman tersebut terjadi pada sore hari tepat pukul 15.00 yang mengakibatkan sedikitnya 36 orang luka-luka dan tiga orang di antaranya luka berat.
Meski Kolombia memiliki pengalaman menangani terorisme selama ini, dua orang yang mengendarai mobil diketahui mudah masuk ke pangkalan militer. Padahal, pelaku hanya menyebut dirinya sebagai oknum Kejaksaan untuk masuk ke instalasi militer di ibu kota Santander Utara itu.
Kemudian lima menit setelah SUV putih itu diparkir di depan sebuah apotek tak jauh dari batalyon operasi pemberantasan peredaran narkoba dan beberapa fasilitas perumahan milik personel militer AS. Insiden ini juga melukai dua anggota SFAB AS, dikutip dari La Vanguardia.
Menteri Pertahanan Diego Molano segera mengunjungi tempat kejadian
https://twitter.com/ricarospina/status/1405240260020297731
Dilansir dari El Pais, mengenai kejadian ini, Presiden Ivan Duque berkomentar di media sosialnya dan mengatakan, “Melihat ledakan mobil di dalam Brigadir Militer ke-30 di Cucuta. Saya telah menginstruksikan Menteri Pertahanan Diego Molano untuk pergi ke sana dan melakukan penyelidikan atas kejadian mengerikan tersebut. situasi. ini."
Pada malam hari, Diego Molano telah tiba di Cucuta dan mengecam aksi teroris yang berusaha menyerang tentara Kolombia. Bahkan Molano pun memberikan hipotesis awal jika ELN bertanggung jawab atas kejadian ini, tanpa mempertimbangkan pembelot FARC yang menolak berdamai.
Pemerintah Kolombia juga telah memberikan hadiah sebesar 500 juta peso Kolombia kepada siapa saja yang berhasil menemukan para pengebom. Selain itu, Amerika Serikat juga akan membantu penyelidikan pengeboman di Cucuta, dilansir dari situs El Tiempo.
ELN menolak ambil bagian dalam insiden pengeboman
https://twitter.com/crispetasalada/status/1405673195131318278
Dikutip dari El Tiempo, menanggapi kejadian ini pihak ELN pada Kamis (17/6/2021) pagi memberikan klarifikasi jika tidak terlibat dalam pengeboman tersebut. Menurut sebuah video di Guerrilla Comunicacional, seorang pria bertopeng ELN berkomentar, "Kami memberi tahu Anda bahwa tidak ada bangunan di ELN yang terlibat dalam serangan du Brigadir 30 Cucuta Selasa lalu."
Pernyataan dari ELN ini bertentangan dengan hipotesis awal yang dikemukakan oleh Kejaksaan dan badan intelijen yang menyatakan bahwa ELN berada di balik serangan ini. Namun, hingga saat ini, pemerintah belum memberikan komentar apapun terkait penerbitan ELN tersebut.
ELN diketahui memiliki pasukan sebanyak 2.500 orang dan telah berperang melawan pemerintah sejak tahun 1964. Hal ini dikarenakan pada tahun 2019, ELN melakukan serangan bom di akademi kepolisian Bogota yang mengakibatkan tewasnya 22 orang dan mengakibatkan korban jiwa. kegagalan negosiasi damai antara pemerintah dan ELN.





Post a Comment